Hari ini jelang satu hari peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 62. Katanya kita sudah merdeka lho... Dan ini akan diperingati besok oleh seluruh warga negara Indonesia dimana saja di belahan dunia... katanya...
Merdeka artinnya bebas menjalankan segala sesuatu sesuai kehendak kita. Tetapi apakah benar demikian adanya..? Hmm.. ini yang masih tanda tanya oleh sebagian kecil penduduk yang peduli dengan bangsanya sendiri... Mengapa peduli ..? Ya iyalahhh... Wong nasib bangsanya yang dipikirkan ya artinya peduli gitu lho... Trus gimana dengan sebagian besar penduduk yang merasa bahwa kita sudah merdeka...? Good question.. Yuk kita pilah satu-satu...
Menurut koe, merdeka artinya bebas melakukan sesuatu secara bertanggung jawab. Selain itu kita bebas menentukan sikap dan pilihan serta memiliki kemandirian dan keteguhan sikap dalam menjalankan kehidupan. Menurut buku teks, merdeka artinya lepas dari penjajahan. Secara umum, buku teks masih mendifinisikan penjajahan secara fisik. Padahal kenyataannya, banyak penjajah sekarang menggunakan celah lain untuk melakukan penjajahan. Misalnya dalam bidang ekonomi, budaya de el el.
Dengan definisi di atas mari kita lihat lingkungan kita... (Ini perlu lho untuk mengetahui dan menyadari apakah kita sudah merdeka...). Berikut contoh-contoh kecilnya saja:
1. Negara kita baru-baru ini melarang peredaran makanan dan kosmetik dari China. Dan kemudian dibalas oleh China dengan melarang ekspor ikan dari negara kita. Walaupun negara kita membantah ada perang dagang, tapi kenyataanya... ya kita sedang melakukan perang dagang dengan China. Hasilnya bagaimana..? Belum tahu... Tapi yang sudah terlihat jelas adalah bahwa negara kita terlihat sudah mulai gundah perang dagang ini. Terlihat bahwa kita terlalu BERGANTUNG kepada negara lain.... Kedepan bisa dipastikan bahwa jika tidak ada perubahan sikap dari petinggi kita, pasti negara yang kita cintai ini akan kembali bermuka manis kepada China dan berkata "Monggo silahkan kirimkan kembali barang-barang Tuan keseluruh pelosok negeri ku..." Siapa yangg nggak jengkel dengan sikap petinggi kita ini.....
2. Penjajah bukan hanya dari negeri seberang saja lho.... Bangsa kita juga suka menjajah bangsa sendiri... Dulu pada jaman Belanda dan Jepang, beberapa penduduk kita juga diistimewakan oleh karena mereka membantu Belanda dan Jepang dalam melakukan penjajahan di negeri kita. Sekarang... muakin banyak orang-orang yang seperti mereka. Mereka adalah pejabat-pejabat yang korup dan pengusaha-pengusaha yang menggunakan berbagai macam cara agar memperoleh keuntungan besar dengan menginjakkan dan menekan kakinya sendiri kepada bangsa sendiri, bermuka manis kepada investor asing dengan mengharapkan dapat uang pelicin yang besar. Uang itu dipergunakan untuk kepetingan sendiri dan kelopmok atau keluarganya...
Contoh yang kasat mata.. coba kita lihat sekeliling kita. Faktanya adalah banyak PNS dan pejabat negara yang hidup berlebihan dan tidak wajar jika dibandingkan dengan penghasilan resminya... Berarti punya penghasilan tidak resmi dong.... ya iya.... Dan jeleknya penghasilan tidak resminya hampir 90 persen lebih berasal dari menjajah bangsa sendiri melalui berbagai macam metode antara lain korupsi.
3. Coba kita lihat pengeluaran kita selama satu bulan ini. Coba lihat berapa banyak pengeluaran yang digunakan untuk membeli barang-barang ASLI produksi Indonesia... Secara kasat mata dan umumnya di perkotaan, penduduk kita masih banyak yang menggandrungi produk impor... Secara sengaja atau tak disengaja kita mendukung penuh penjajahan yang negeri luar lakukan. Kita secara antusias membeli produk-produk ternama dari luar negeri. Konsumsi terhadap produk sendiri menjadi pilihan kesekian...Kasihan ya...
4. Umumnya lagi warga perkotaan sekarang ini cenderung membeli kebutuhan hidupnya dari mal dan toko-toko hypermart yang kepemilikannya berasal dari luar negeri. Bagaimana dengan toko-toko dan pedagang dari Indonesia..? Mereka secara sistem dipaksa untuk mengikuti cara berdagang yang menekan keutungan pedagang lokal dan meningkatkan keuntungan dari investor asing...
5. Contoh-contoh yang lain masih banyak lahhh... Silahkan ditelaah sendiri dengan melihat lingkungan sekitar kita...
Sekarang persoalan ini sudah bagai benang kusut. Bagaimana kita menyelesaikannya... ? Percaya nggak bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluar. Kalau aku percaya banget tuh.... sama seperti penyakait, pasti ada obatnya. Hanya karena kemampuan dan keterbatasan manusia sajalah yang menjadikan solusi atas segalan permasalah menjadi tertunda....
Bagaimana menjadikan negara kita merdeka...
1. Tingkatkan pendidikan dan kesehatan bangsa kita.
Lho kok...? Aneh ya kenapa nomor satu kok pendidikan dan kesehatan... Ya iyalah... Dengan pendidikan dan pengetahuan yang luas kemudian sehat jasamani dan rohani akan menjadikan kita bangsa yang kuat dan cerdas menentukan pilihan.
Sekarang ini kita harus realistis bahwa pendidikan dan kesehatan di Indonesia amat mahal bagi hampir sebagian orang. Mo cari pendidikan yang bermutu harus menyekolahkan anak ke sekolah dengan mutu tinggi. Misal untuk SD tahun kemarin saya harus menyiapkan hampir sebesar Rp10 juta untuk anak saya.. Wow.. harga yang tidak bisa dibilang murah.... Kesehatan... baru dua bulan kemarin anak saya harus opname di rumah sakit... biaya kamar VIP untuk satu hari Rp500 ribu ... Di RS Bintaro dengan pelayanan yang lebih bagus hampir Rp1juta seharinya dengan kelas yang sama. Demikian pula dengan RS Pertamina yang bertairf hampir Rp1 juta untuk kelas VIP nya.. jadi kesehatan itu nggak murah kan... Gimana caranya.. nanti kita bahas lebih lanjut di tulisan lainnya OK...
2. Jadikan kita bangsa yang mandiri.
Artinya tidak terlalu bergantung kepada negara lain. dengan ini kita tidak perlu mengemis, memohon atau bermuka manis kepada negara macam Amerika, China atau penjajah lainnya. Hal ini menjadikan kita menjadi bangsa yang bermartabat dan disegani.
3. Berantas korupsi secara tegas tanpa pandang bulu.
Kita bisa mencotoh negara lain untuk melakukan hal-hal demikian. Lihatlah China, Malaysia, Singapura dan negara lainnya yang secara tegas dan konsisten memberantas korupsi. Memang awalnya pasti sulit, karena para pejabat dan institusi keadilan di negara kita juga cenderung korup dan selalu menghalangi proses pemberantasan korupsi dengan segala cara.
4. Konsumsi produk domestik.
Upayakan untuk mengkonsumsi produk negeri sendiri, walau dengan harga sedikit agak mahal tapi kalu kembali ke bangsa kita sendiri nda apa-apa kan...
Hal-hal tersebut bisa dicapai dengan konsistensi. Penulis sendiri menyadari bahwa hal ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Butuh upaya ekstra dari kita semua. Hal ini semuanya pilihan tetapi harus segera dimulai... Demikian, semoga kita menuju ke arah yang benar...
16 Agustus 2007
Indonesia Merdeka? Masak sih...
Label:
Amerika,
China,
ekonomi,
indonesia,
merdeka,
penjajah,
penjajahan,
perang dagang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar